Kesabaran Mencegah Kesalahan-Kesalahan Besar

Selamat Pagi saudaraku dan sahabatku, mari kita merenungkan Firman Tuhan ini.

Pengkhotbah 10:4b “… kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan besar.”

Dalam sebuah penerbangan Jakarta-Medan, ketika roda pesawat baru saja menyentuh landasan, seorang ibu dan anak remajanya berjalan tergesa-gesa meninggalkan kursi menuju pintu pesawat.

Petugas kabin segera berlari menegur mereka, menyuruh duduk kembali, serta mengumumkan agar semua penumpang tidak beranjak sebelum pesawat berhenti sempurna.

Para penumpang menyoraki ibu dan anak itu, serta melemparkan berbagai kata-kata pedas khas Medan. Tindakan itu jelas membahayakan diri mereka dan dapat mengganggu penumpang lain.

Kesabaran memang semakin langka pada zaman serba instan ini. Teknologi menawarkan untuk membuat segala sesuatu jadi cepat dan praktis.

Hal ini memengaruhi juga sikap kita kepada orang lain dan kepada Tuhan. Banyak orang menganut slogan “Siapa cepat, dia dapat” atau “Waktu adalah uang”. Tidaklah mengherankan, kita hidup dalam dunia yang serba tergesa-gesa.

Pengkhotbah menegaskan bahwa ketidaksabaran merupakan sebuah tanda kebodohan. Kebodohan mengakibatkan berbagai hal buruk.

Sebaliknya, kesabaran dapat mencegah kesalahan besar. Sabar berarti tetap tenang dan tabah menghadapi sesuatu atau seseorang.

Sifat sabar dikembangkan melalui sebuah proses yang panjang, yaitu karya Roh Kudus dalam diri orang percaya (Gal. 5:22).

Sabar bukan berarti pasif dan acuh tak acuh, melainkan memberi kesempatan lebih banyak kepada diri sendiri untuk menelaah dan menyiapkan tindakan terbaik dalam situasi apa pun.

Marilah belajar untuk bersabar.

Amsal 16:32
Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota.

KESABARAN PADA MULANYA MUNGKIN TAMPAK LAMBAN DAN MENJENUHKAN, NAMUN PADA AKHIRNYA AKAN MENDATANGKAN KEAMANAN.

Tuhan memberkati orang yang sabar dan selalu bersandar padaNya. Amin.