Untuk menjadi orang yang berhasil, tak perlu menjatuhkan orang lain, berdiam diri saja sambil melangkah maju.
Pengkhotbah 5:16-17 Ini pun kemalangan yang menyedihkan. Sebagaimana ia datang, demikian pun ia akan pergi. Dan apakah keuntungan orang tadi yang telah berlelah-lelah menjaring angin? Malah sepanjang umurnya ia berada dalam kegelapan dan kesedihan, mengalami banyak kesusahan, penderitaan dan kekesalan.
Jangan bangun keberhasilan diatas penderitaan orang lain, jangan pula mengejar keuntungan dari kerugian orang lain, apa gunanya kaya, sukses dan berhasil tetapi ada orang yang gagal karena kita, berhentilah membangun persaingan yang tidak sehat, baik didalam sekuler apalagi dalam pelayanan.
Ayub 16:6 Tetapi bila aku berbicara, penderitaanku tidak menjadi ringan, dan bila aku berdiam diri, apakah yang hilang dari padaku?
Keluh kesah tidak akan meredam penderitaan, berdiam diri sambil merenung, membuka banyak peluang dan kesempatan, sesungguhnya begitu banyak yang Tuhan sediakan buat kita.
Amsal 10:19 Di dalam banyak bicara pasti ada pelanggaran, tetapi siapa yang menahan bibirnya, berakal budi.
Lihat saja orang yang sok tahu, bicaranya banyak, suka terpelecok dan salah bicara, bila tidak tahu sebaiknya kita diam tanpa banyak bicara.
Amsal 10:20 Lidah orang benar seperti perak pilihan, tetapi pikiran orang fasik sedikit nilainya.
Dalam sedikit bicara memberi nilai yang positif, jadikan suara kita bernilai bukan diumbar bak barang obralan yang murah harganya.
Mazmur 126:4-6 Pulihkanlah keadaan kami, ya TUHAN, seperti memulihkan batang air kering di Tanah Negeb! Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai. Orang yang berjalan maju dengan menangis sambil menabur benih, pasti pulang dengan sorak-sorai sambil membawa berkas-berkasnya.
Dalam banyak bicara banyak sekali pelanggaran, itu sebabnya Israel yang keluar dari mesir mengalami begitu banyak kesulitan, karena omongannya selalu sungut-sungut bukan ucapan syukur.
Tuhan Yesus Memberkati
