Ir. Handrawan Nadesul, dalam bukunya, Jurus Sehat Tanpa Ongkos, mengutip hasil penelitian seorang ahli kesehatan, dr. Robert Butler, yang mengatakan bahwa secara alamiah tubuh manusia dirancang untuk bertahan sampai usia 120 tahun.
Salah satu bukti mutakhir adalah masyarakat di sepanjang Teluk Okinawa, Jepang. Rata-rata penduduk di sana berusia diatas 100 tahun. Mereka tidak hanya panjang umur, tetapi juga dalam kondisi sehat
Jika saat ini banyak orang setelah melewati usia 60 tahun sudah sakit-sakitan dan lemah secara fisik, salah satu penyebabnya adalah gaya hidup yang tidak sehat — makan serampangan, tidur sembarangan, malas berolahraga dan kebiasaan buruk lainnya.
Tubuh seperti sebuah mobil, jika tidak dirawat baik-baik, bisa cepat bobrok sebelum waktunya. Kuncinya disiplin diri, tidak mengikuti kemalasan dan kenikmatan jasmani semata.
Rasul Paulus mengingatkan, bahwa segala sesuatu — tentunya termasuk tubuh kita — berasal dari Allah (Rm. 11:36). Maka, baiklah kita mengembalikannya untuk kemuliaan Allah.
Pada zaman Perjanjian Baru ada pemahaman di masyarakat umum ketika itu, bahwa tubuh manusia terbagi dua: tubuh rohaniah dan tubuh jasmaniah; tubuh rohaniah itu baik dan suci, sedangkan tubuh jasmaniah buruk dan jahat. Karena pemahaman demikian, maka melakukan bermacam dosa jasmani dianggap bukan masalah.
Saudaraku, Paulus mengoreksi pemahaman keliru tersebut. Tubuh jasmani juga berasal dari Allah. Karena berasal dari Allah, tentu baik adanya. Jadi, perlulah kita menjaganya dengan sebaik-baiknya dan sebenar-benarnya; bahkan menjadikannya sebagai persembahan yang hidup kepada Allah (Rm. 12:1).
“Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, — dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?” (1 Kor.6:19)
Tuhan memberkati.
