Keberanian

Yohanes 7:50.. Nikodemus, salah seorang dari mereka, yang dahulu datang kepada-Nya, berkata kepada mereka.

Ketika melihat seorang teman ditindas atau dibully orang yang lain, bagaimana respons kita? Apakah berani berubah menjadi jagoan dan menolong? atau memilih berdiam diri? Mungkin kita akan ragu dan muncul pertimbangan karena apabila menolong nanti ganti kita yang ditindas oleh mereka.

Membela kebenaran bukan perkara mudah, dibutuhkan keberanian untuk dapat melakukan hingga disebut sebagai pahlawan.

Nikodemus dikatakan sebagai penakut, tetapi juga pemberani sebelum datang bercakap-cakap dengan Yesus pada waktu malam itu.

Mengingat statusnya sebagai seorang Farisi dan pemimpin agama Yahudi, Ia takut pertemuannya diketahui orang.

Tetapi kemudian menjadi begitu pemberani, di hadapan rekan-rekannya para imam kepala dan kaum Farisi, ia membela Yesus. Ia bahkan ambil bagian dalam penguburan-Nya.

Dari mana datangnya keberanian itu? karena telah berjumpa dengan Yesus.

Seseorang yang datang kepada Yesus tidak pernah kembali dalam kondisi yang sama, ia akan mengalami perubahan hidup.

Sebagai ganti rasa takut, Yesus memberikan roh yang gagah berani, pribadi-Nya juga mampu mengubah karakter buruk lainnya.

Setiap orang yang datang kehadirat Tuhan akan mengalami perjumpaan yang tak terlupakan karena dapat mengubahkan hidupnya.

Tuhan Yesus Memberkati.