TEGURAN YANG MEMBANGUN ITU TANDA KASIH SAYANG DAN PEDULI
Amsal 6:23. Karena perintah itu pelita, dan ajaran itu cahaya, dan teguran yang mendidik itu jalan kehidupan,
Mengapa kita kecewa? Karena kita tidak bisa menerima sesuatu yang terjadi. Sebuah teguran kecil bisa sangat menyinggung perasaan kalau kita tidak bisa menerimanya. Semakin kita tinggi hati, maka akan semakin sulit menerima teguran dan kenyataan.
Menerima teguran, sekalipun jelas-jelas kita ini salah dan patut di tegur, biasanya tetap saja menimbulkan perasaan tidak enak dalam hati. Itulah sebabnya banyak orang yang tidak suka, bahkan marah kalau di tegur; Mereka lebih senang menerima pujian, walaupun hanya basa-basi.
Sikap “anti teguran” ini keliru, sebab bagaimana pun kita tidak selalu benar. Ada saatnya kita berbuat salah, karena itu kita membutuhkan teguran, supaya bisa memperbaiki diri.
Randy Pausch, dalam bukunya yang sangat terkenal, The Last Lecture, menulis demikian, ”Kalau anda melihat diri anda melakukan sesuatu yang buruk dan sudah tak ada lagi orang yang mau repot-repot memberi tau Anda, maka tempat itu tidak baik untuk Anda. Anda mungkin tidak ingin mendapat teguran, tapi orang yang menegur anda kerap kali adalah satu-satunya orang yang memberi tau bahwa ia masih mengasihi dan peduli kepada anda, dan ingin melihat anda menjadi lebih baik.”
Amsal 15:31. Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak.
Sebuah makian atau cacian pedas sekalipun tidak berasa menyakitkan kalau kita menerima. Kejadian sebesar apapun akan menjadi kecil dan ringan jika hati mau menerima;
Sebaliknya kejadian sekecil apapun, akan menjadi besar dan menakutkan kalau hati menolak.
Jadi kalau kita mendapat teguran dari siapapun, jangan buru-buru merespons dengan sikap antipati, apalagi dengan marah, sebab bisa jadi TEGURAN MEMBANGUN ITU TANDA KASIH SAYANG DAN PEDULI.
Amsal 15:32-33. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi. Takut akan TUHAN adalah didikan yang mendatangkan hikmat, dan kerendahan hati mendahului kehormatan.
Tuhan Yesus Memberkati.
