Mengagumi Karya Tuhan

Senang itu adalah saat kita bisa mengagumi karya Tuhan yang ajaib dan juga karya orang lain tanpa mengetahui latar belakangnya. »IHT«

2 Tesalonika 1:10 apabila Ia datang pada hari itu untuk dimuliakan di antara orang-orang kudus-Nya dan untuk dikagumi oleh semua orang yang percaya, sebab kesaksian yang kami bawa kepadamu telah kamu percayai.

Orang yang selalu bertanya dan mencari tahu, bagaimana mungkin dosa seisi dunia ini bisa diampuni oleh Yesus tidak akan pernah bisa mengalami mujizat dalam hidupnya, itu sebabnya orang tipe ini sekalipun beragama Kristen hidupnya belum pernah mengalami pertobatan.

2 Tesalonika 1:11 Karena itu kami senantiasa berdoa juga untuk kamu, supaya Allah kita menganggap kamu layak bagi panggilan-Nya dan dengan kekuatan-Nya menyempurnakan kehendakmu untuk berbuat baik dan menyempurnakan segala pekerjaan imanmu.

Keberadaan orang orang yang demikian selalu penuh dengan kemunafikan, mereka merasa lebih benar daripada orang lain, pikirannya terbelenggu oleh keinginannya semata, sulit untuk membangun kesatuan!, pembawaannya selalu perselisihan dan pertengkaran, bukan damai sejahtera dan suka cita.

Matius 5:20 Maka Aku berkata kepadamu: Jika hidup keagamaanmu tidak lebih benar dari pada hidup keagamaan ahli-ahli Taurat dan orang-orang Farisi, sesungguhnya kamu tidak akan masuk ke dalam Kerajaan Sorga.

Hatinya penuh dengan penghakiman dan perbantahan, mirip seperti orang Farisi dan Ahli Taurat, sok tahu padahal tidak tahu, sehingga tanpa sadar menyesatkan banyak orang, orang orang seperti ini jika tidak segera bertobat bisa kehilangan keselamatannya.

Mazmur 78:32-33 Sekalipun demikian mereka masih saja berbuat dosa dan tidak percaya kepada perbuatan-perbuatan-Nya yang ajaib, sebab itu Ia membuat hari-hari mereka habis dalam kesia-siaan, dan tahun-tahun mereka dalam kekejutan.

Kasihan benar orang orang yang demikian, hidup mereka penuh dengan kesia-siaan, tidak pernah bertumbuh apalagi berbuah, padahal setiap hari kita hidup penuh dengan mujizat dari Tuhan.

Markus 5:35-36 Ketika Yesus masih berbicara datanglah orang dari keluarga kepala rumah ibadat itu dan berkata: “Anakmu sudah mati, apa perlunya lagi engkau menyusah-nyusahkan Guru?” tetapi Yesus tidak menghiraukan perkataan mereka dan berkata kepada kepala rumah ibadat: “Jangan takut, percaya saja!”

Apapun situasi dan kondisinya, dasar kita beribadah adalah percaya kepada Tuhan, bukan yang lain, jangan pernah terpengaruh dengan kata orang lain, fokus saja kepada Yesus maka kita akan menjadi orang percaya yang kokoh dan kuat.

Matius 17:20 Ia berkata kepada mereka: “Karena kamu kurang percaya. Sebab Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya sekiranya kamu mempunyai iman sebesar biji sesawi saja kamu dapat berkata kepada gunung ini: Pindah dari tempat ini ke sana, maka gunung ini akan pindah, dan takkan ada yang mustahil bagimu.

Kuatkan dan teguhkan hatimu, maka kamu akan mengalami mujizat Tuhan setiap hari, hidup kita penuh dengan anugerah Tuhan, jalani dengan benar seturut kebenaran Firman-Nya, maka kita akan berbahagia selamanya.

Tuhan Yesus Memberkati