Mari kita renungkan renungan ini dan mari kita menerapkannya di hidup kita.
“MULAILAH HIDUP DENGAN KASIH DAN BERPIKIR POSITIF”
“Kasih itu sabar, murah hati. Kasih tidak iri, tidak memegahkan diri, dan tidak sombong.”
(1 Korintus 13:4)
Batu itu berat, Pasir pun berat, tetapi lebih berat dari kedua-duanya adalah Sakit Hati terhadap seseorang. Mengapa kita mesti gampang sakit hati? Mengapa kita mesti terlalu cepat marah?
Belum tentu dia sengaja, mungkin karena dia memang tidak merasa, atau belum tahu apa yang harus dia perbuat.
Tidak semua orang seperti kita,
Yang mengerti bagaimana mengerti orang lain,
Yang mengerti bagaimana peduli pada orang lain,
Yang mengerti bagaimana menjaga hati orang lain.
Terkadang dalam hidup apa yang sudah kita lakukan, belum tentu bisa diterima dan dihargai orang, menyakitkan tentunya. Ingin melampiaskan kecewa atau marah juga kepada siapa, sepertinya tak dewasa melampiaskan amarah untuk sesuatu yang memang tidak bisa semua orang pahami.
Dalam hidup memang tidak semua sejalan dengan jalan pikiran kita. Namun dalamnya sebuah penolakan sekalipun terasa sakit hati dan kita hanya bisa menerima tanpa bisa memaksakan, berusaha tabah sekalipun telinga dan hati terasa panas. Percaya saja bahwa dalamnya penolakan akan menjadi cambuk terkuat demi Motivasi Diri agar lebih baik lagi.
Dalamnya suatu Penghargaan selama kita masih mau berusaha pasti ada saatnya apa yang kita perjuangkan saat ini suatu saat bisa di terima oleh orang lain dan yang kita Perjuangkan bisa di hargai.
Meskipun dunia ini bertambah jahat,
Namun tak semua orang itu jahat,
Tidak semua orang menghendaki kita sedih,
Tidak semua orang ingin kita jatuh,
Masih banyak orang yang baik.
Jadi mengapa tidak kita mulai dengan mencoba untuk mengerti bahwa mereka “tidak mengerti” dan mereka “tidak sengaja”.
MULAILAH HIDUP DENGAN KASIH DAN BERPIKIR POSITIF
“Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri.”
Goϑ ϐlešš Yoυ All
